Sungai Wain yang dalam bahasa lokal disebut Sei Wain (Sei =
Sungai) adalah kawasan wisata hutan lindung di Balikpapan yang masih virgin.
Perjalanan ditempuh selama kurang lebih satu jam dari kota Balikpapan
menggunakan kendaraan yang kami sewa.
Sesampainya di kawasan hutan lindung, kami langsung menuju
ke sebuah bangunan untuk mendaftarkan diri dan menyewa seorang tour guide. Tour
guide sendiri tidak mematok harga tips tetapi saat itu kami memutuskan untuk
memberinya 100.000 Rupiah untuk jasa yang dia berikan. Hal yang perlu disiapkan
sebelum trekking adalah makanan, minuman, baju ganti karena berkeringat, autan,
handuk kecil dan saya sarankan umtuk memakai celana panjang dan memakai kaos
kaki untuk meghindari lintah. Alangkah baiknya jika anda juga membawa sepatu
boot plastik karena medan yang akan dilewati berupa rawa rawa dan berlumpur.
Namum pihak hutan lindung juga sudah menyiapkan sepatu boot dengan nomor nomor
tertentu. Saat itu ukuran terkecil yang mereka punya adalah 38 dan karena tidak
ada pilihan lain saya terpaksa mengenakan nya dengan konsekuensi saya berjalan
seperti bebek karena ukuran sepatu yang kebesaran. Waktu yang baik mengunjungi
kawasan ini adalah pagi sampai siang hari.
Lintasan trekking sendiri terbagi 3, mulai dari yang 1 jam
sampai 3 jam. Saat itu kami memilih rute terpanjang yaitu 3 jam dengan jarak
tempuh 7 km. Hal yang perlu diperhatikan saat trekking dengan group adalah
untuk tidak berpisah terlalu jauh dari tour guide dan teman yang lain untuk
menghindari kita tersesat. Sebelumnya sudah pernah ada cerita tentang seseorang
wisatawan manca yang tersesat dan hilang selama 2 hari karena terlepas dari
rombongan. Walaupun selamat tapi bukanlah hal yang lucu untuk tersesat dengan
kemungkinan bertemu hewan liar buas yang ada di dalam kawasan :D.
Sebelum memulai trekking kita disambut dengan papan bertuliskan
hati hati hewan ganas. Gambar yang terpampang adalah harimau dahan, orang utan,
ular dan buaya. Pemandangan pertama yang kita lihat adalah DAM sungai Wain yang
mensuplai pasokan air untuk PERTAMINA. Nah di dalam DAM itulah tempat habitat
beberapa buaya. Tapi tidak perlu khawatir karena kita berjalan melalui
jembatan. Masuk ke dalam hutan bau pepohonan yang berbaur dengan tanah dan
dedaunan mati sangat menenangkan. Selain itu bunyi kumbang pohon dan burung menjadi
pengiring kami selama perjalanan. Sesekali terdengar bunyi binatang ataupun
hewan yang berlari atau bergerak di semak-semak juga beberapa monyet hutan yang
bergelantungan dari satu pohon ke pohon lain nya.
Banyak sekali jenis tumbuhan yang bisa kita lihat di dalam
hutan. Diantaranya pepohonan yang berumur ratusan tahun, jamur, anggrek hitam
liar yang terkenal dan langka, rotan, akar akar pohon yang disebut liana dan
masih banyak lagi.
Selama di perjalanan sendiri hal yang menantang adalah trekking
yang berlumpur dan sesekali harus menyeberangi rawa – rawa kecil. Ada beberapa
pos perhentian di dalam hutan dan salah satu pos tersebut menurut tour guide
kami adalah tempat bermain orang utan pada waktu subuh. Bisa bertemu dengan
Orang Utan adalah hal yang sangat jarang terjadi. Saat bertemu pun biasanya
mereka mengikuti tamu karena meminta makanan.
Sebenarnya hal yang sangat saya inginkan adalah bertemu
dengan hewan liar tersebut, setidaknya Orang Utan di alam terbuka seperti ini.
Tapi tetap saja saya sangat menikmati keseluruhan trekking. Setelah kembali ke
pondok awal ada hal yang cukup membuat saya semriwing yaitu saat membuka sepatu
boot, seekor lintah menempel di kaos kaki saya. Untung nya dia belum menghisap
sedikitpun darah saya :D. Itu pertama kalinya saya melihat lintah dan ternyata
dari dekat mereka seperti ulat kecil dan terlihat sangat lucu :D.
Jadi untuk kalian yang senang berwisata ke hutan saya sangat
merekomendasikan tempat ini. Tidak perlu khawatir atau takut dengan hewan liar
yang ada di dalam karena tour guide yang mendampingi kita adalah orang – orang professional
di bidang nya. Saya sendiri pun belum pernah mendengar ada kasus orang yang
diserang binatang buas dalam kawasan ini.
So …. Enjoy !
 |
| Jembatan menuju ke hutan |
 |
| Bendungan Sungai Wain |
 |
| Akar Pohon yang disebut Liana |
 |
| Pohon Bangkirai yang berusia ratusan tahun |
 |
| Pohon Tumbang |
 |
| Anggrek hitam liar |
 |
| Salah satu rawa yang harus di sebrangi |
 |
| Jamur hutan |
 |
| Kepompong |
 |
| Pohon yang ditumbuhi lumut |
 |
| Cabang sungai Wain |
 |
| Semak yang harus dilewati |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar