Selasa, 05 Maret 2013

Puisi tanpa judul

-Puisi di bawah ini adalah curahan hati seorang sahabat-



Mungkin sebaiknya bercerita ttg rumah dan keluarga tanpa aku
Mereka menolakku bukan bagian dari bilangannya
Kasih untukku setengah patah seperti nampaknya aku bagi mereka
Teriakan cinta hanya seperti bisikan bisu tak bermakna
Selalu ada aku untuk mereka, namun dimana mreka buatku?
Samar bayangan cinta yang ambigu


Adaku seperti telah disesali, telah dijejali beban karena hadirku
Aku noktah kecil yang menodai kesempurnaan
Seandainya dapat, kutolak takdir menjelmakanku dari ketidakinginan
Namun jalanku bukanlah jalanNya

Aku berkeluh pada naluri, titipanNya yg masih teguh menemaniku
Musim berganti,tidak demikian hati mereka condong berganti untukku
Kukemas rapih sesak yang tertahan, menebar senyum dari tangis yg tak tersingkap
Aku tidak mengeluh, demi sejumput kekuatan yang masih diberi
Walau aku takkan sekokoh batu karang

Entah suatu waktu, mereka berbalik dan mencariku
Semoga masih ada aku untuk mengecap ketulusan

Usia 30



 Puisi dari saudaraku yang cantik di usiaku yang ke 30

Menyusur waktu, menjemput 30

Hari ini , aku ingin  untuk sejenak menyusuri waktu
Betapa di waktu ini, 30 tahun yang lalu sebuah keajaiban terjadi
Dua insan mencinta dan dunia sedang menantikan seorang aku
Tangis tak berdosaku seketika menjadi tawa kebahagiaan mereka
Selaksa harapan menjadi lampin yang menyambut kedatanganku

Usiaku beranjak dan aku semakin nyata
Ternyata dunia tak selalu bersahabat
Sebagai ganti manisnya madu cerita hidup yang membuat senyumku lepas
Tak kutolak kerikil tajam yang memperkaya arti hidupku
Dalam waktu langkah satu satu, ada batu semangat yang kukuh memagariku
Ada lubang jati diri yang tak melemah, karena kutahu aku bukanlah sebuah kebetulan
Jatuh bangun masaku namun aku akan tetap tekun

Kini waktu membawa aku berlabuh lagi di September
Aku telah menorehkan sejuta cerita dalam lembaran tahun
Dan aku tidak akan berhenti melakukannya sampai dentang batas mengakhirinya
Suara sumbang di sekitarku hanya akan membuat aku menerima ini dengan  seluas hati
Aku tetap bahagia,  dan menghargai setiap detik anugerah yang dipercayakan untukku

Masa depan adalah rahasia Sang Penulis Kisah dan Masa
Aku takkan cemas menghitung tahunku yang semakin banyak
Karena perjalanan ini membuat aku lebih menghargai hidup
Aku selalu kembali disini untuk belajar melihat hidup dengan usiaku

Kalau benar kata mereka ”life begin at 30” , anggaplah aku sudah memulainya




AKU 30

Aku sebagaimana seorang aku saat ini adalah barisan cerita Sang Waktu
Tak terhitung jejak tapak yang telah ku ukir hingga disini
Aku dan masa kini ku terus berganti rupa
Pemainan masa kecil, terganti geliat remajaku
Dengan segera berubah menjadi jutaan impian dewasaku
Kata mereka, aku ada di sepertiga perjalanan merajut ketuaan
Bagiku penyusuran ini seperti lengkungan busur pelangi
Aku punya semua warnanya, dan itu membuatku indah, aku masih sedang merajutnya
Hidup bagiku bukan hanya tentang kesedihan karena beberapa penundaan
Bukan juga tentang kue, pesta, atau daftar panjang dari banyak permintaan
Hidup bagiku adalah perjalanan untuk menyelesaikan sebuah tujuan
Disepanjang titian, sebagaimana kegagalan dan airmata, sepasti itu kebahagiaan dan tawa  menunggu untuk segera mendekapku
Satu hal yang kupercaya bahwa aku spesial, tidak ada yang sepertiku dan tidak akan ada yang dapat menggantikan tujuanku dihadirkan disini
Aku bersyukur telah diberi bentuk utuk mengisi satu tempat dari kepingan puzzle kehidupan
Kala detikku bertambah setahun, 30 aku kini, dunia tidak akan menemukanku menyerah
Aku menengadah pada langit diatasku, mengingatkanNya pada sejuta mimpi yang sedang kuperjuangkan dan aku tahu, Dia takkan mengecewakanku
Waktu mungkin bisa mengikis kekuatan ragaku, namun ia takkan mampu melemahkan semangat yang telah bertumbuh dari pengalaman hidupku

Aku 30, dan akan semakin bijaksana  menyelesaikan panggilanku....

Sabtu, 02 Maret 2013

Wisata Balikpapan Sungai Wain


Sungai Wain yang dalam bahasa lokal disebut Sei Wain (Sei = Sungai) adalah kawasan wisata hutan lindung di Balikpapan yang masih virgin. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih satu jam dari kota Balikpapan menggunakan kendaraan yang kami sewa.


Sesampainya di kawasan hutan lindung, kami langsung menuju ke sebuah bangunan untuk mendaftarkan diri dan menyewa seorang tour guide. Tour guide sendiri tidak mematok harga tips tetapi saat itu kami memutuskan untuk memberinya 100.000 Rupiah untuk jasa yang dia berikan. Hal yang perlu disiapkan sebelum trekking adalah makanan, minuman, baju ganti karena berkeringat, autan, handuk kecil dan saya sarankan umtuk memakai celana panjang dan memakai kaos kaki untuk meghindari lintah. Alangkah baiknya jika anda juga membawa sepatu boot plastik karena medan yang akan dilewati berupa rawa rawa dan berlumpur. Namum pihak hutan lindung juga sudah menyiapkan sepatu boot dengan nomor nomor tertentu. Saat itu ukuran terkecil yang mereka punya adalah 38 dan karena tidak ada pilihan lain saya terpaksa mengenakan nya dengan konsekuensi saya berjalan seperti bebek karena ukuran sepatu yang kebesaran. Waktu yang baik mengunjungi kawasan ini adalah pagi sampai siang hari. 


Lintasan trekking sendiri terbagi 3, mulai dari yang 1 jam sampai 3 jam. Saat itu kami memilih rute terpanjang yaitu 3 jam dengan jarak tempuh 7 km. Hal yang perlu diperhatikan saat trekking dengan group adalah untuk tidak berpisah terlalu jauh dari tour guide dan teman yang lain untuk menghindari kita tersesat. Sebelumnya sudah pernah ada cerita tentang seseorang wisatawan manca yang tersesat dan hilang selama 2 hari karena terlepas dari rombongan. Walaupun selamat tapi bukanlah hal yang lucu untuk tersesat dengan kemungkinan bertemu hewan liar buas yang ada di dalam kawasan :D.


Sebelum memulai trekking kita disambut dengan papan bertuliskan hati hati hewan ganas. Gambar yang terpampang adalah harimau dahan, orang utan, ular dan buaya. Pemandangan pertama yang kita lihat adalah DAM sungai Wain yang mensuplai pasokan air untuk PERTAMINA. Nah di dalam DAM itulah tempat habitat beberapa buaya. Tapi tidak perlu khawatir karena kita berjalan melalui jembatan. Masuk ke dalam hutan bau pepohonan yang berbaur dengan tanah dan dedaunan mati sangat menenangkan. Selain itu bunyi kumbang pohon dan burung menjadi pengiring kami selama perjalanan. Sesekali terdengar bunyi binatang ataupun hewan yang berlari atau bergerak di semak-semak juga beberapa monyet hutan yang bergelantungan dari satu pohon ke pohon lain nya.


Banyak sekali jenis tumbuhan yang bisa kita lihat di dalam hutan. Diantaranya pepohonan yang berumur ratusan tahun, jamur, anggrek hitam liar yang terkenal dan langka, rotan, akar akar pohon yang disebut liana dan masih banyak lagi.


Selama di perjalanan sendiri hal yang menantang adalah trekking yang berlumpur dan sesekali harus menyeberangi rawa – rawa kecil. Ada beberapa pos perhentian di dalam hutan dan salah satu pos tersebut menurut tour guide kami adalah tempat bermain orang utan pada waktu subuh. Bisa bertemu dengan Orang Utan adalah hal yang sangat jarang terjadi. Saat bertemu pun biasanya mereka mengikuti tamu karena meminta makanan.


Sebenarnya hal yang sangat saya inginkan adalah bertemu dengan hewan liar tersebut, setidaknya Orang Utan di alam terbuka seperti ini. Tapi tetap saja saya sangat menikmati keseluruhan trekking. Setelah kembali ke pondok awal ada hal yang cukup membuat saya semriwing yaitu saat membuka sepatu boot, seekor lintah menempel di kaos kaki saya. Untung nya dia belum menghisap sedikitpun darah saya :D. Itu pertama kalinya saya melihat lintah dan ternyata dari dekat mereka seperti ulat kecil dan terlihat sangat lucu :D.


Jadi untuk kalian yang senang berwisata ke hutan saya sangat merekomendasikan tempat ini. Tidak perlu khawatir atau takut dengan hewan liar yang ada di dalam karena tour guide yang mendampingi kita adalah orang – orang professional di bidang nya. Saya sendiri pun belum pernah mendengar ada kasus orang yang diserang binatang buas dalam kawasan ini.


So …. Enjoy ! 



Jembatan menuju ke hutan

Bendungan Sungai Wain

Akar Pohon yang disebut Liana

Pohon Bangkirai yang berusia ratusan tahun

Pohon Tumbang

Anggrek hitam liar

Salah satu rawa yang harus di sebrangi

Jamur hutan

Kepompong

Pohon yang ditumbuhi lumut


Cabang sungai Wain




Semak yang harus dilewati